Everything is Knowledge

dari dan untuk Kalimantan Timur

Banjir, Main Air, Sewa Perahu

Posted by Didin pada Juni 23, 2007

KaltimPost Kamis, 21 Juni 2007

BANJIR yang melanda (lagi) beberapa kawasan di Samarinda, tak melulu menimbulkan kerepotan. Bagi sebagian warga yang kreatif, datangnya banjir berarti datangnya penghasilan tambahan. Seperti yang terlihat di kawasan persimpangan Jl Ahmad Yani dan Jl Pemuda Samarinda.

Beberapa warga memanfaatkan kondisi banjir dengan menyewakan perahu sebagai alat transportasi. Penumpangnya adalah warga sekitar Jl Pemuda yang rumahnya terendam banjir. Jaraknya memang tak terlalu jauh. Namun genangan air yang mencapai hampir 1 meter tersebut cukup mengganggu aktivitas warga yang hendak keluar rumah.

“Untung ada perahu ini, lumayanlah tidak basah. Bayar sedikit tidak masalah,” ungkap Ny Ernah, salah seorang warga yang mengaku setiap banjir melanda daerahnya, selalu menggunakan jasa perahu tersebut.

Setiap orang dikenakan biaya Rp 1.000 hingga Rp 5.000. “Tarifnya tergantung jauh dekatnya rumah penumpang,” ungkap Sufriansyah, yang sengaja meminjam perahu tersebut dari kerabatnya yang tinggal di di daerah bantaran Sungai Karang Mumus Jl Jelawat.

Pemandangan unik lain terlihat Jl Letjend Suprapto (dulu Jl Remaja). Kawasan yang terkenal langganan banjir itu sejak kemarin memang telah dipenuhi genangn air setinggi 1 meter. Kemarin air justru semakin tinggi. Padahal, selama sehari penuh Samarinda tak diguyur hujan.

Terlihat puluhan bocah mandi-mandi dan bermain air dengan ceria di tengah jalan. Beberapa mobil dan motor yang nekat melintasi jalan tersebut, tak mengurangi kesenangan mereka. Bahkan, saat mobil melintas utamanya mobil pick up, diburu ramai-ramai sekadar bergelantungan di bagian belakang mobil tersebut.

Sangat berbahaya memang, apalagi banyak dari mereka yang tak hanya berenang tapi juga menyelam. Tak jarang beberapa pengendara motor dan sopir mobil harus berhenti mendadak karena tiba-tiba saja di depan mereka muncul anak-anak dari dalam genangan air.

“Setiap banjir, pemandangannya ya seperti ini. Rumah mereka juga rata-rata terendam banjir. Daripada pusing, bermain air jadi satu-satunya kesenangan mereka,” ungkap Dwi Cahyadi, salah satu warga setempat yang rumahnya juga kemasukan air.(*/dhi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: